PERTEMUAN 7
LANJUTAN
MATERI DATABASE
Data dalam database tidak semuanya tersimpan dalam satu tabel
tetapi tersimpan dalam banyak tabel. Untuk menghubungkan banyak tabel ini
diperlukan field kunci yang bertujuan untuk meminimalkan duplikasi data. Dari
penjelasan tersebut maka dapat kita katakan bahwa tabel-tabel dalam database
tersebut saling ber relasi satu sama lainnya.
A. Tingkatan
Data Dalam Database Relasi adalah:
1. Karakter (Characters)
Merupakan bagian
terkecil dalam database, dapat berupa karakter numerik (angka
0
s.d 9), huruf ( A - Z, a - z) ataupun karakter-karakter khusus, seperti *,
&. %, # dan lain-lain.
2. Field atau
Attribute
Merupakan
bagian dari record yang menunjukkan suatu item data yang sejenis, Misalnya :
field nama, file NIM dan lain sebagainya. Setiap field harus mempunyai nama dan
tipe data tertentu. Isi dari field di sebut Data Value. Dalam tabel database,
field ini disebut juga kolom.
3. Record atau
Tupple
Tuple/Record
adalah kumpulan data value dari attribute yang berkaitan sehingga dapat
menjelaskan sebuah entity secara lengkap. Misal : Record entity mahasiswa adalah
kumpulan data value dari field nobp, nama, jurusan dan alamat per-barisnya. Dalam
tabel database, Record disebut juga baris.
4. Table/Entity
Entity
merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dari suatu sistem database, bisa berupa
objek, orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya akan disimpan
dalam database. Misal pada sistem database akademik, yang menjadi entity
adalah, mahasiswa, dosen, matakuliah dan lain-lain. Dalam aplikasi, penggunaan
istilah Entity sering di samakan dengan istilah Tabel. (Entity = table). Disebut
tabel, karena dalam merepresentasikan datanya di atur dalam bentuk baris dan
kolom. Baris mewakili 1 record dan kolom mewakili 1 field. Dalam sistem database
tradisional, entity/table ini disebut juga dengan file.
B. Jenis Relasi
dalam database
Merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel
dengan tabel yang lainnya, yang berfungsi untuk mengatur operasi suatu
database. Hubungan yang dapat dibentuk dapat mencakupi 3 (tiga) macam
hubungan yaitu:
a. One-To-One
Mempunyai
pengertian “Setiap baris data pada tabel pertama dihubungkan hanya ke satu baris
data pada tabel ke dua”.
b. One-To-Many
Mempunyai
pengertian “Setiap baris data dari tabel pertama dapat dihubungkan ke satu baris
atau lebih data pada tabel ke dua”.
c.Many-To-Many
Mempunyai
pengertian “Satu baris atau lebih data pada tabel pertama bisa dihubungkan ke
satu atau lebih baris data pada tabel ke dua”.
C. Normalisasi Database
Arti normalisasi dalam database yaitu proses yang dilakukan
untuk menghindari duplikasi data. Mungkin dapat kita katakan bahwa
normalisasi itu rumit karena normalisasi itu melakukan penambahan tabel dari
tabel yang sudah ada dan menentukan relationship antar tabel-tabel itu. Selain
itu, normalisasi itu juga bisa disebut proses pembuatan struktur relational
yang efisien,reliable, fleksibel dan tepat dalam menyimpan informasi.
Syarat
perlunya normalisasi yaitu:
1.
Fleksibilitas
Struktur database
harus menunjang semua cara untuk menampilkan data, sehingga ketika user
menjalankan aplikasi dan meminta sesuatu dalam database, database harus dapat
berjalan memenuhi permintaan user.
2.
Integritas data
Semua data dalam
database yang berkaitan harus terhubung dalam suatu relationship. Sehingga
ketika suatu data berubah, maka semua data yang berkaitan dengan data tersebut
harus dapat berubah secara otomatis.
3.
Efisiensi
Pada database,
ukuran suatu database merupakan hal yang penting. Maka dalam database, kita
harus mengurangi redudansi data yang bisa menyebabkan ukuran database
membengkak.
4.
Menghindari modification anomaly
Desain
database yang baik menyajikan suatu keyakinan bahwa ketika user melakukan
perubahan dalam database, maka tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kapan
tidak memakai normalisasi
1. Ketika kita ingin mempertahankan kesederhanaan
database, sehingga user dapat melakukan query sendiri.
2. Jika tidak ingin melakukan query yang rumit. Normalisasi
biasanya akan membuat rumit query karena melibatkan banyak tabel.
3. Tidak selamanya normalisasi membuat baik, malah
akan menyebabkan database semakin buruk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar