Senin, 03 Desember 2012


PERTEMUAN 7
LANJUTAN MATERI DATABASE
Data dalam database tidak semuanya tersimpan dalam satu tabel tetapi tersimpan dalam banyak tabel. Untuk menghubungkan banyak tabel ini diperlukan field kunci yang bertujuan untuk meminimalkan duplikasi data. Dari penjelasan tersebut maka dapat kita katakan bahwa tabel-tabel dalam database tersebut saling ber relasi satu sama lainnya.
A. Tingkatan Data Dalam Database Relasi adalah:
1. Karakter (Characters)
Merupakan bagian terkecil dalam database, dapat berupa karakter numerik (angka
0 s.d 9), huruf ( A - Z, a - z) ataupun karakter-karakter khusus, seperti *, &. %, # dan lain-lain.
2. Field atau Attribute
Merupakan bagian dari record yang menunjukkan suatu item data yang sejenis, Misalnya : field nama, file NIM dan lain sebagainya. Setiap field harus mempunyai nama dan tipe data tertentu. Isi dari field di sebut Data Value. Dalam tabel database, field ini disebut juga kolom.
3. Record atau Tupple
Tuple/Record adalah kumpulan data value dari attribute yang berkaitan sehingga dapat menjelaskan sebuah entity secara lengkap. Misal : Record entity mahasiswa adalah kumpulan data value dari field nobp, nama, jurusan dan alamat per-barisnya. Dalam tabel database, Record disebut juga baris.
4. Table/Entity
Entity merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dari suatu sistem database, bisa berupa objek, orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya akan disimpan dalam database. Misal pada sistem database akademik, yang menjadi entity adalah, mahasiswa, dosen, matakuliah dan lain-lain. Dalam aplikasi, penggunaan istilah Entity sering di samakan dengan istilah Tabel. (Entity = table). Disebut tabel, karena dalam merepresentasikan datanya di atur dalam bentuk baris dan kolom. Baris mewakili 1 record dan kolom mewakili 1 field. Dalam sistem database tradisional, entity/table ini disebut juga dengan file.
B. Jenis Relasi dalam database
Merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan tabel yang lainnya, yang berfungsi untuk mengatur operasi suatu database. Hubungan yang dapat dibentuk dapat mencakupi 3 (tiga) macam hubungan yaitu:
a. One-To-One
Mempunyai pengertian “Setiap baris data pada tabel pertama dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua”.
b. One-To-Many
Mempunyai pengertian “Setiap baris data dari tabel pertama dapat dihubungkan ke satu baris atau lebih data pada tabel ke dua”.
c.Many-To-Many
Mempunyai pengertian “Satu baris atau lebih data pada tabel pertama bisa dihubungkan ke satu atau lebih baris data pada tabel ke dua”.
C. Normalisasi Database
Arti normalisasi dalam database yaitu proses yang dilakukan  untuk menghindari duplikasi data. Mungkin dapat kita katakan bahwa normalisasi itu rumit karena normalisasi itu melakukan penambahan tabel dari tabel yang sudah ada dan menentukan relationship antar tabel-tabel itu. Selain itu, normalisasi itu juga bisa disebut proses pembuatan struktur relational yang efisien,reliable, fleksibel dan tepat dalam menyimpan informasi.
Syarat perlunya normalisasi yaitu:
1. Fleksibilitas
Struktur database harus menunjang semua cara untuk menampilkan data, sehingga ketika user menjalankan aplikasi dan meminta sesuatu dalam database, database harus dapat berjalan memenuhi permintaan user.
2. Integritas data
Semua data dalam database yang berkaitan harus terhubung dalam suatu relationship. Sehingga ketika suatu data berubah, maka semua data yang berkaitan dengan data tersebut harus dapat berubah secara otomatis.


3. Efisiensi
Pada database, ukuran suatu database merupakan hal yang penting. Maka dalam database, kita harus mengurangi redudansi data yang bisa menyebabkan ukuran database membengkak.
4. Menghindari modification anomaly
Desain database yang baik menyajikan suatu keyakinan bahwa ketika user melakukan perubahan dalam database, maka tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kapan tidak memakai normalisasi
1. Ketika kita ingin mempertahankan kesederhanaan database, sehingga user dapat melakukan query sendiri.
2. Jika tidak ingin melakukan query yang rumit. Normalisasi biasanya akan membuat rumit query karena melibatkan banyak tabel.
3. Tidak selamanya normalisasi membuat baik, malah akan menyebabkan database semakin buruk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar